TANGERANG, KHABARNET — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda melonjak drastis dan memicu dampak signifikan terhadap operasional penerbangan nasional. Erupsi yang berlangsung secara terus-menerus sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9) pagi waktu setempat ini telah memuntahkan kolom abu vulkanik bertekanan tinggi yang menyebar hingga wilayah Banten, Lampung, dan Jakarta.
Sebaran abu vulkanik di ruang udara pulau Jawa bagian barat membuat operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, sempat dihentikan sementara demi keselamatan penerbangan.
Dampak Utama Operasional Bandara dan Penerbangan:
-
Penutupan Sementara Bandara: Penutupan darurat selama beberapa jam diberlakukan setelah hasil pengujian (paper test) menunjukkan adanya partikel abu vulkanik di area landasan pacu (runway) dan ruang udara sekitar bandara.
-
Puluhan Penerbangan Terdampak: Sedikitnya 33 penerbangan domestik dan internasional di Bandara Soekarno-Hatta terdampak. Laporan mencatat 20 penerbangan mengalami pembatalan (cancellation), sementara belasan lainnya mengalami penundaan (delay) atau pengalihan rute (divert).
-
Rute Terdampak: Rute yang terkena dampak paling parah meliputi penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II Lampung, Denpasar, serta Surabaya.
Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau:
Badan Geologi Kementerian ESDM dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa erupsi ini merupakan salah satu yang terkuat. Fenomena lava fountain (mancur lava) disertai suara dentuman kuat sempat teramati.
Status Gunung Anak Krakatau saat ini tetap berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, nelayan, dan wisatawan dilarang mendekati area kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
Pihak otoritas penerbangan (AirNav Indonesia) bersama pengelola bandara terus memantau pergerakan sebaran abu vulkanik menggunakan satelit dan paper test secara berkala guna menentukan pembukaan operasional secara penuh kembali. Para penumpang diimbau untuk terus memeriksa status penerbangan terkini kepada masing-masing maskapai sebelum menuju ke bandara.
BACA JUGA > Alasan Asli Presiden Prabowo Jadikan Program MBG Harga Mati












