TEHERAN,Khabarnet.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel agar tidak melancarkan serangan militer baru terhadap negaranya. Pernyataan tegas tersebut disampaikan menyusul meningkatnya ancaman aksi militer lanjutan dari kedua negara musuh republik Islam tersebut.
“Jika musuh sekali lagi melancarkan serangan militer atau teroris, maka angkatan bersenjata Republik Islam dan bangsa Iranlah yang akan menentukan waktu dan kondisi untuk mengakhiri serangan tersebut,” tegas Mojtaba Khamenei dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs pemerintah Iran.
Dalam pertemuan pertamanya bersama jajaran komandan senior militer termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Ali Abdollahi, Panglima Militer Amir Hatami, dan Komandan Garda Revolusi Ahmad Vahidi Khamenei menginstruksikan agar setiap bentuk ancaman langsung direspons tanpa batasan wilayah.
Ia memperingatkan agar militer memastikan setiap tingkatan ancaman dibalas dengan tindakan cepat, berdampak signifikan, dan tidak terbatas secara geografis. Selain itu, Khamenei juga memerintahkan untuk memperbarui daftar target serangan Iran yang mencakup seluruh aset berwujud maupun tidak berwujud milik sekutu AS dan Israel.
Pertemuan ini menjadi momen penting mengingat ini merupakan laporan kemunculan resmi pertama Mojtaba Khamenei di hadapan publik sejak ia diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi Iran. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan AS-Israel pada awal perang Timur Tengah.
Di sisi lain, ketegangan ini terjadi di tengah berlangsungnya diplomasi untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut. Delegasi dari Qatar dikabarkan telah tiba di Teheran untuk melakukan pembicaraan, setelah Iran menerima surat dari Wakil Presiden AS, JD Vance. Namun, media lokal melaporkan bahwa pihak Teheran hingga kini belum memberikan jawaban atas surat tersebut.
Sementara itu dari pihak Washington, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Presiden Donald Trump belum mengambil keputusan akhir terkait serangan militer baru ke Iran.
“Kita dapat mencapai tujuan militer jika kita menghendakinya,” ujar Rubio dalam konferensi pers di Atlanta, Georgia. Meski demikian, Rubio menegaskan bahwa Presiden Trump masih menimbang berbagai opsi dan belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai tindakan militer balasan tersebut.












