JAKARTA,Khabarnet.com – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran kepolisian untuk memprioritaskan integritas di atas sekadar kecerdasan. Penegasan tersebut disampaikan saat ia memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 70 di Lemhannas.
Dalam arahannya, Kapolri menekankan bahwa kecerdasan dan kemampuan teknis tidak cukup jika tidak disertai dengan kejujuran, kepatuhan terhadap hukum, serta etika pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Kita tidak hanya butuh orang pintar. Kita butuh orang yang punya integritas,” ujar Suyudi, Jumat (30/10).
Kapolri juga menyoroti pembenahan internal dan menginstruksikan para calon pimpinan agar tidak menutup-nutupi pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota. Pembiaran terhadap tindakan menyimpang, termasuk keterlibatan anggota dalam peredaran narkotika, dinilai dapat merusak institusi dan menghambat penegakan hukum.
Selain penegakan hukum yang berkeadilan dan tidak pandang bulu, Suyudi meminta jajarannya untuk tidak bersikap antikritik. Setiap masukan maupun keluhan masyarakat—termasuk yang masuk melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat harus direspons dan ditindaklanjuti secara profesional. Personel juga diwanti-wanti untuk tidak bersikap kasar, membentak, atau mengintimidasi warga dalam proses penanganan perkara.
Guna mengoptimalkan pelayanan di tingkat bawah, Kapolri turut memaparkan rencana penataan struktur organisasi kepolisian agar lebih efektif di lapangan.
“Mabes itu harus ramping, Polda harus kuat, Polres harus besar, Polsek harus tangguh,” kata Kapolri.












