Nasional

Tergiur Janji Gaji dan Pekerjaan, WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia Hingga Tewas di Medan Perang

×

Tergiur Janji Gaji dan Pekerjaan, WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia Hingga Tewas di Medan Perang

Sebarkan artikel ini

KYIV,Khabarnet.com – Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Muhammad Taufiq (48) dilaporkan tewas dalam pertempuran di Ukraina setelah bergabung sebagai tentara rekrutan militer Rusia. Berdasarkan data dari Direktorat Utama Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR), Taufiq gugur dalam pertempuran pertamanya setelah hanya menjalani pelatihan militer singkat selama kurang lebih 1,5 minggu.

Taufiq, yang diketahui berdomisili di Surabaya, Jawa Timur, memiliki latar belakang pekerjaan yang beragam. Ia pernah bekerja sebagai pengemudi taksi di Jakarta, manajer di sebuah perusahaan pertanian, serta memiliki pengalaman bekerja di Amerika Serikat dan fasih berbahasa Inggris.

Screenshot-2026-08-29-061310

Pihak penyelidik menduga Taufiq dihubungi oleh pihak perekrut Rusia setelah mengunggah kurikulum vitae (CV) dalam pencarian kerja. Ia tergiur bergabung karena iming-iming tawaran penghasilan tinggi yang relatif mudah didapatkan. Namun, HUR menyebut Taufiq justru menjadi korban skema penipuan perekrutan warga negara asing oleh Rusia untuk dikirim ke garis depan perang.

Pada 19 April 2026, Taufiq menandatangani kontrak militer berdurasi satu tahun di Kota Korolyov, dekat Moskow. Kontrak satu tahun ini disebut pihak Ukraina sebagai pola umum perekrutan militer Rusia terhadap warga asing untuk dijadikan pasukan infanteri di garis depan.

Setelah menandatangani kontrak, Taufiq ditugaskan sebagai penembak senapan mesin dan menjalani latihan militer kilat di Voronezh selama 1,5 minggu. Pada awal Mei, ia dikirim ke wilayah Ukraina yang menduduki posisi kontrol Rusia. Taufiq dinyatakan gugur saat terlibat dalam pertempuran perdana ketika pasukan Rusia bergerak maju dari Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve di wilayah Donetsk.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) masih mendalami informasi tersebut untuk mengonfirmasi data serta tindak lanjut penanganan WNI di wilayah konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Whats-App-Image-2026-10-19-at-09-46-19