JAKARTA,Khabarnet.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkat bicara mengenai pergerakan pengerahan personel skala besar dari tiga matra ke wilayah DKI Jakarta pada Selasa (4/11).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menjelaskan bahwa mobilisasi prajurit ini merupakan dinamika biasa dalam rangka menjaga kesiapsiagaan operasional untuk melindungi bangsa dan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku,” tegas Mayjen Nas saat memberikan keterangan di Jakarta.
Meski begitu, pihak Mabes TNI belum merinci jumlah total personel yang dikirim maupun agenda spesifik di balik pengerahan tersebut, termasuk saat dikonfirmasi terkait langkah mitigasi potensi aksi massa/demonstrasi dalam waktu dekat. Salah satu matra yang mengonfirmasi adanya pengiriman prajurit ke Ibu Kota yakni TNI Angkatan Laut (AL).
Langkah kesiapsiagaan armada TNI ini mengemuka di tengah perhatian publik terhadap pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo Subianto. Dalam perkara tersebut, Mabes Polri telah menetapkan tiga jenderal polisi aktif sebagai tersangka, yakni mantan Kapolri/Kepala KSP Listyo Sigit Prabowo, Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso. Ketiga tersangka dijerat pasal KUHP dan UU ITE serta resmi ditahan di Rutan Mabes Polri.












