BANDUNG,KHABARNET – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melantik Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030. Pelantikan yang digelar di Gedung Pakuan, Bandung, pada Jumat (23/10/2026) tersebut diwarnai dengan sejumlah pesan penting dan penekanan khusus terkait tata kelola pemerintahan, penataan wilayah, serta percepatan pembangunan di Kabupaten Bekasi.
Dalam arahannya, KDM meminta Bupati Bekasi yang baru agar tidak sekadar bekerja di belakang meja, melainkan lebih aktif turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi masyarakat dan kualitas pelayanan publik secara berkala.
“Saya minta bupati jangan jadi bupati kantoran, harus jadi bupati selokan, bupati terobosan, bupati sawah, bupati kebun, bupati pabrik, muter tiap hari,” ujar KDM di hadapan jajaran Pemkab Bekasi. Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui Tanda Tangan Elektronik (TTE) agar efisiensi birokrasi meningkat dan kepala daerah bisa lebih banyak menghabiskan waktu melayani warga.
Selain masalah kedisiplinan kerja, KDM menyoroti kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang dinilainya masih menyimpan dana cukup besar di kas daerah, yakni mencapai sekitar Rp 1 triliun menjelang akhir tahun. Ia mempertanyakan alasan anggaran tersebut mengendap, sementara masyarakat masih membutuhkan akselerasi pembangunan infrastruktur dan peningkatan fasilitas dasar.
“Uang dari masyarakat disimpan di BJB, habis itu tidak dibelanjain. Ngapain dikumpulin tidak dibelanjain? Kan ini duit negara. Duit negara harus cepat balik ke rakyat,” tegasnya.
Berkenaan dengan hal tersebut, KDM memberikan target ambisius agar pada tahun 2027 tidak ada lagi jalan berlubang maupun sekolah dalam kondisi buruk di wilayah Kabupaten Bekasi. Ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipimpin secara optimal untuk memperbanyak belanja infrastruktur, memperbaiki fasilitas pendidikan, kesehatan, serta memperluas kesempatan kerja bagi lulusan SMA/SMK di kawasan industri setempat.
Tidak hanya itu, KDM turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan menjauhi praktik bisnis bagi kepala daerah. Mengingat latar belakang keluarga Asep yang berasal dari keluarga petani dengan kepemilikan sawah luas, KDM berpesan agar jabatan bupati murni digunakan sebagai wadah pengabdian kepada tanah leluhur dan masyarakat.
“Bupati enggak usah ikut bisnis-bisnisan. Bupati fokus pada pekerjaan,” pesannya.
Pelantikan ini juga menjadi momentum penting bagi Kabupaten Bekasi dalam memperbaiki tata ruang lingkungan, mulai dari kebersihan sungai, penertiban baliho, hingga pemeliharaan fasilitas umum agar kemajuan ekonomi daerah sebanding dengan kenyamanan lingkungan tempat tinggal warga.












