Bekasi, Khabarnet— Aksi teror mencengangkan mendadak merobek ketenangan di wilayah perbatasan selatan Pattani, Thailand. Sebuah kantor kotamadya hancur berkeping-keping usai diserang secara brutal oleh sekelompok orang tak dikenal pada Minggu malam.
Peristiwa mengerikan ini terjadi di Kantor Kotamadya Pho Ming, Distrik Panare, sekitar pukul 21.10 waktu setempat. Berdasarkan rekaman dan laporan dari lokasi kejadian, aksi diawali dengan pelemparan bom ledak ke pos penjaga keamanan. Tak puas sampai di situ, para pelaku juga membakar habis area garasi kantor.
Akibat insiden berdarah dingin ini, armada pelayanan publik seperti truk sampah, kendaraan pikap penyelamat, hingga mobil pemadam kebakaran hangus terbakar dan merugi besar. Beruntung, di tengah mencekamnya situasi tersebut, dilaporkan tidak ada korban jiwa yang merenggang nyawa.
Serangan dadakan ini rupanya bukan aksi tunggal. Hanya selang sehari sebelumnya, gelombang teror hebat beruntun—terdiri dari setidaknya 50 titik ledakan bom dan pembakaran terkoordinasi—telah melumpuhkan kawasan Narathiwat, Pattani, hingga Yala, yang turut memakan korban luka-luka.
Intelijen Bongkar Motif Tersembunyi
Pihak otoritas keamanan setempat kini disiagakan dalam level tinggi. Wakil Perdana Menteri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, mengaku sangat khawatir dengan frekuensi serangan berturut-turut yang menyasar fasilitas negara.
“Ada indikasi kuat ini adalah aksi terkoordinasi. Pihak keamanan seharusnya bertindak lebih cepat untuk menghadangnya,” tegas Sihasak.
Di sisi lain, Badan Intelijen Nasional Thailand menduga serangan simbolis ke gedung pemerintah ini merupakan taktik licik kelompok pembangkang untuk menggenjot daya tawar menjelang negosiasi pemulihan perdamaian. Dugaan lain menyebutkan para pelaku panik akibat gencarnya razia barang haram oleh aparat baru-baru ini, serta berburu waktu menghabiskan stok amunisi sebelum rusak diterjang musim hujan.











