InternasionalBerita

Dunia di Ambang Kiamat Ekonomi! Iran Mengamuk & Ancam Lumpuhkan Pasokan Minyak Global Jika Negara Ini Ikut-Ikutan Opsi ‘Economic D-Day’ Donald Trump!

×

Dunia di Ambang Kiamat Ekonomi! Iran Mengamuk & Ancam Lumpuhkan Pasokan Minyak Global Jika Negara Ini Ikut-Ikutan Opsi ‘Economic D-Day’ Donald Trump!

Sebarkan artikel ini
ARSIP KHABARNET (MENTERI LUAR NEGERI IRAN)

BEKASI,KHABARNET— Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki babak paling panas dan krusial. Kementerian Luar Negeri Iran secara resmi mengeluarkan peringatan keras serta mengancam akan ada “konsekuensi mengerikan” bagi negara mana pun yang berani bergabung dalam operasi isolasi ekonomi yang diinisiasi oleh Washington.

Langkah ini diambil Teheran guna merespons ultimatum Presiden AS, Donald Trump, yang mendeklarasikan kampanye blokade ekonomi berskala masif bertajuk “Economic D-Day”.

Screenshot-2026-08-29-061310

BACA JUGA > TOP! Indonesia Siapkan Anggaran Fantastis Rp329 Triliun Demi Amankan Kedaulatan Negara, Alutsista & Benteng Siber Bakal Makin Canggih!

1. Iran Ancam Klasifikasikan Sekutu AS sebagai Musuh Perang

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan dalam pernyataan resminya bahwa Teheran tidak akan tinggal diam terhadap ancaman ini. Pihaknya memperingatkan bahwa setiap negara yang mematuhi atau membantu embargo ekonomi AS akan dianggap berpartisipasi dalam “perang ekonomi” dan bakal langsung dikategorikan sebagai pihak musuh.

“Kami merekomendasikan seluruh negara di kawasan dan dunia untuk memperhitungkan konsekuensi hukum, politik, dan ekonomi jika mereka nekat bersekutu dengan aksi ilegal AS,” ujar otoritas Teheran dalam rilis resminya.

2. Ancaman Pemblokiran Selat Hormuz & Pasokan Minyak Dunia

Sebagai bentuk gertakan balik atas klaim Trump yang sesumbar dapat membuat ekonomi Iran kolaps, pihak militer dan pejabat Teheran mengancam tindakan pembalasan ekstrem di jalur perdagangan energi dunia:

Blokade Selat Hormuz: Iran mengancam akan menyita dan menahan kapal-kapal asing yang melanggar ketentuan atau mendukung sanksi di Selat Hormuz.

Stop Ekspor Minyak Teluk Persia: Iran memperingatkan, jika negara-negara tetangga ikut serta dalam operasi sanksi AS, “tidak setetes pun minyak akan keluar dari Teluk Persia dan Selat Hormuz”, yang berpotensi memicu krisis energi dan guncangan harga minyak mentah secara global.

3. Peta Sikap Negara-Negara Dunia: China Melawan, UEA Tunduk

Deklarasi perang ekonomi oleh Washington ini memicu perpecahan sikap di antara mitra dagang utama Teheran:

China (Menolak): Sebagai salah satu pembeli minyak terbesar Iran, Beijing mengecam keras inisiatif sanksi sepihak AS. Pemerintah China menilai bahwa sanksi ekonomi tidak akan pernah menyelesaikan konflik di Timur Tengah dan bertekad melanjutkan kerja sama multilateral.

Uni Emirat Arab (UEA) (Memilih Menunduk): Berbeda dengan China, UEA memutuskan untuk menangguhkan seluruh transaksi perdagangan dan keuangan dengan Iran hingga batas waktu yang belum ditentukan guna menghindari sanksi sekunder dari AS.

4. Trump Pede Iran Bakal Kolaps

Di sisi lain, Presiden Donald Trump dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan kekeh bahwa strategi tekanan maksimum (maximum pressure) ini akan mengepung perekonomian Iran hingga ke tingkat isolasi terparah yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya. Sanksi ini menargetkan jalur transaksi keuangan, ekspor minyak, hingga pengangkatan sanksi khusus kepada pihak-pihak yang dituduh menjadi pemodal utama jaringan elite Teheran.

Meski demikian, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa rakyat dan pemerintah Iran siap menghadapi “perang skala penuh” ini dan berjanji akan menggagalkan sanksi AS melalui kemampuan diplomasi serta penguatan ekonomi multilateral bersama mitra strategisnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *