JAKARTA,KHABARNET – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersiap melakukan uji coba inovasi baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Kali ini, BRIN memanfaatkan bahan alami berbasis olahan pangan lokal, yaitu tepung singkong, sebagai racikan bahan pemadam api.
Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa tim peneliti telah siap untuk menguji efektivitas tepung singkong tersebut di lapangan. Namun, dalam penerapannya, tepung singkong perlu dicampur dengan bahan khusus yang dinamakan Ammonium Polyphosphate (APP).
Arif menjelaskan bahwa penambahan bahan campuran APP sangat krusial untuk meningkatkan efektivitas pemadaman api secara signifikan. Kendala saat ini adalah ketersediaan bahan campuran tersebut yang selama ini belum diproduksi secara mandiri di dalam negeri.
“Guna meningkatkan efektivitas pemadaman, pemanfaatan tepung singkong ini memerlukan bahan campuran yakni APP, yang sejauh ini belum tersedia di Indonesia,” ungkap Arif usai melangsungkan pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/10).
Penggunaan bahan berbasis bio atau alam seperti tepung singkong diharapkan menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan serta aman bagi ekosistem tanah dan vegetasi di area bekas kebakaran. Jika uji coba ini berjalan sukses, metode tersebut berpotensi menjadi solusi inovatif dan efisien dalam memitigasi bencana karhutla yang kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia.












