Nasional

Tolak Aksi Premanisme Pramono Anung Minta Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Petugas di Jaksel Terus Berjalan

×

Tolak Aksi Premanisme Pramono Anung Minta Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Petugas di Jaksel Terus Berjalan

Sebarkan artikel ini
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Jimmy/Khabarnet.com)

JAKARTA,KHABARNET – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan kronologi lengkap terkait kericuhan yang melibatkan petugas Satpol PP bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dengan sejumlah pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Insiden yang sempat terekam kamera dan viral di media sosial tersebut bermula dari kegiatan penertiban umum yang dilakukan oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta.

Screenshot-2026-08-29-061310

“Awalnya adalah ini merupakan penertiban terhadap PKL, parkir liar dan juga pedagang kaki lima yang sementara menggunakan lahan yang mengganggu ketertiban masyarakat,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/10/2026).

Pramono menjelaskan, dalam kegiatan penertiban trotoar dan fasilitas umum tersebut, petugas Dishub turut menindak kendaraan bermotor yang parkir sembarangan dengan cara mencabut pentil ban kendaraan.

Namun, situasi di lapangan mendadak memanas setelah sejumlah pekerja proyek yang berada di sekitar lokasi diduga melakukan provokasi. Akibat provokasi tersebut, bentrokan awal sempat terjadi antara pihak Dishub dan para pekerja.

Petugas Dishub sempat memutuskan untuk mundur dari lokasi. Kendati demikian, ketegangan belum mereda dan sejumlah orang masih mengejar petugas, termasuk anggota Satpol PP yang berada di lokasi.

Akibat insiden pengejaran dan penyerangan tersebut, seorang anggota Satpol PP menjadi korban pemukulan menggunakan helm. Korban kemudian harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan di bagian kepala.

Meskipun pihak manajemen proyek telah mendatangi kantor Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf dan meminta agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, Pramono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan premanisme.

“Tadi malam pun saya bilang bahwa kita enggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main,” tegas Pramono.

Ia juga meluruskan isu yang sempat beredar di tengah masyarakat bahwa kericuhan tersebut berawal dari penertiban pedagang perempuan. Pramono memastikan insiden itu murni dipicu oleh penindakan parkir liar oleh petugas gabungan di lapangan.

Meskipun membuka ruang silaturahmi bagi pihak manajemen proyek, Gubernur DKI Jakarta memastikan bahwa proses hukum terhadap pelaku pemukulan tetap harus berjalan dan ditegakkan.

BACA JUGA > Resmi Perpres Ojol Terbit, Potongan Aplikator Dibatasi Maksimal 8 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Promosi Trading Exness