PolitikBerita

Pesta Demokrasi di Ujung Tanduk Ketegangan: 154 Desa di Bekasi Gelar Pilkades Serentak Hari Ini, 9 TPS Masuk Zona Merah!

×

Pesta Demokrasi di Ujung Tanduk Ketegangan: 154 Desa di Bekasi Gelar Pilkades Serentak Hari Ini, 9 TPS Masuk Zona Merah!

Sebarkan artikel ini
Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi 2026
BEKASI — Kabupaten Bekasi hari ini resmi menggelar pesta demokrasi tingkat desa secara besar-besaran. Sebanyak 154 desa di berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada hari ini, Minggu, 20 September 2026.

Di balik antusiasme warga yang memadati Tempat Pemungutan Suara (TPS), aparat keamanan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi memperketat pengamanan ekstra menyusul adanya pemetaan kerawanan wilayah.

Pemetaan TPS: 9 Masuk Kategori “Sangat Rawan”

Berdasarkan data dari jajaran kepolisian, total ada ribuan TPS yang disiapkan untuk mengalirkan hak suara warga. Dari jumlah tersebut, pihak kepolisian memetakan tingkat kerawanan guna mengantisipasi potensi gesekan antarpendukung:

Screenshot-2026-08-29-061310

 

  • 3.107 TPS masuk dalam kategori aman.
  • 112 TPS masuk dalam kategori rawan.
  • 9 TPS masuk dalam kategori sangat rawan.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo, mengungkapkan bahwa sembilan TPS yang masuk dalam zona merah atau sangat rawan tersebut tersebar di dua titik kecamatan, yakni 3 TPS di Tambun Selatan dan 6 TPS di Cikarang Utara.

 

“Potensi kerawanan ini dinamis. Kami menyesuaikan dengan situasi di lapangan untuk mencegah sekecil apa pun potensi gesekan,” ujar Kombes Pol Andi Oddang.

 

Pengamanan Berlapis dan Uji Coba E-Digital

Guna meredam potensi gangguan keamanan, kepolisian tidak main-main. Untuk TPS yang masuk kategori rawan, aparat mengerahkan pengamanan ketat dengan menyiagakan 10 personel Polri dan 8 anggota Linmas di setiap titiknya. Sementara untuk TPS aman, penjagaan dijaga oleh kombinasi personel kepolisian dan Linmas secara proporsional.

Selain pengamanan konvensional, Pilkades serentak edisi kali ini juga menghadirkan warna baru. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi mulai memberlakukan uji coba sistem pemungutan suara berbasis digital atau e-digital (secara offline) di beberapa titik percontohan per desa, mengambil contoh dari suksesnya penerapan di daerah lain seperti Indramayu.

Imbauan Kondusifitas

Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus mengimbau seluruh calon kepala desa beserta para pendukungnya agar tetap menjaga iklim kompetisi yang sehat. Setelah melewati masa tenang yang bersih dari kampanye, politik uang, serta isu SARA, masyarakat kini diharapkan dapat menggunakan hak suaranya dengan bijak demi kemajuan desa masing-masing.
Hingga siang ini, proses pemungutan suara di berbagai wilayah terpantau masih berlangsung dan berada dalam kendali aparat keamanan yang bersiaga penuh di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Promosi Trading Exness