PANDEGLANG, KHABARNET— Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga orang awak kapal yang hilang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan rombongan maupun kapal yang mereka gunakan. Rombongan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Mereka berada di wilayah tersebut untuk melakukan peliputan aktivitas gunung api yang saat itu menjadi perhatian karena aktivitas vulkaniknya.
Total terdapat delapan orang dalam rombongan yang dicari, terdiri atas lima jurnalis serta tiga kru yang berada di kapal cepat Arupadhatu I. Sejak laporan kehilangan diterima, operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, dan sejumlah instansi terkait.
Memasuki hari terakhir pencarian, upaya penyisiran bahkan diperluas. Tim SAR mengerahkan 24 kapal dan membagi wilayah pencarian menjadi 10 sektor dengan cakupan sekitar 8.509 nautical mile persegi. Kondisi laut dan cuaca turut menjadi faktor yang harus diperhitungkan selama proses pencarian berlangsung.
Namun, hingga operasi berakhir, tim gabungan belum mendapatkan tanda yang dapat menunjukkan lokasi kapal ataupun delapan orang yang berada di dalamnya. Penghentian operasi kemudian diumumkan secara resmi pada Kamis, 17 September 2026.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pencarian dilakukan selama 10 hari, termasuk masa perpanjangan operasi selama tiga hari. Berdasarkan hasil pencarian, belum ditemukan indikasi keberadaan kapal maupun para penumpangnya.
Meski operasi SAR resmi ditutup, pencarian tidak berarti tidak dapat dibuka kembali. Basarnas sebelumnya menyampaikan bahwa apabila kemudian muncul petunjuk baru mengenai keberadaan para korban, operasi dapat kembali dilakukan.
Peristiwa ini menyisakan penantian bagi keluarga dan rekan-rekan para jurnalis serta kru kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Selama proses pencarian, tim SAR telah memperluas wilayah penyisiran di perairan Selat Sunda dan berkoordinasi dengan sejumlah wilayah lain untuk mencari kemungkinan adanya petunjuk.
Penghentian operasi setelah 10 hari menjadi akhir dari pencarian gabungan dalam tahap ini. Namun, informasi atau temuan baru di kemudian hari tetap dapat menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk melakukan pencarian kembali.
BACA JUGA: LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Prabowo dan Pramono Hadir dalam Peresmian












