Berita

Aksi Tawuran Pelajar di Jalan Raya Cikunir Makan Korban, Polisi Amankan Enam Tersangka

×

Aksi Tawuran Pelajar di Jalan Raya Cikunir Makan Korban, Polisi Amankan Enam Tersangka

Sebarkan artikel ini

BEKASI,KHABARNET – Aksi tawuran antar-kelompok pelajar kembali memakan korban jiwa dan luka di wilayah Bekasi. Kali ini, perkelahian massal melibatkan dua kelompok remaja tingkat SMP/MTs di Jalan Raya Cikunir, tepatnya di samping Tol Jakarta – Cikampek, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (14/10/2026) sore.

Kapolsek Bekasi Selatan, AKP Rumangga P Napitupulu, menjelaskan bahwa tawuran pecah sekitar pukul 17.30 WIB. Kedua kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 10 dan 15 orang mendatangi lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor.

Screenshot-2026-08-29-061310

Dalam bentrokan tersebut, para pelaku saling serang menggunakan berbagai senjata tajam dan tumpul, mulai dari samurai, golok, hingga penggaris besi. Akibatnya, seorang pelajar berinisial F mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam.

“Korban berinisial F mengalami luka bacok pada pergelangan tangan kiri dan punggung kiri. Korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Chasbullah, Kota Bekasi, untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Rumangga, Kamis (15/10/2026).

Menindaklanjuti laporan dan kejadian tersebut, jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi mengamankan enam pelajar berinisial APK (14), SAS (14), A (13), AP (15), CBH (15), dan FK (15). Keenamnya kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit Reskrim Polsek Bekasi Selatan untuk mendalami peran masing-masing dalam insiden tersebut.

“Kami mendalami pihak yang menginisiasi komunikasi, mengatur pertemuan, serta membawa dan menggunakan senjata tajam. Seluruh keterangan akan dicocokkan untuk memastikan rangkaian kejadian dan menentukan langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memperhatikan hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum,” tambahnya.

Di sisi lain, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, memberikan perhatian khusus terhadap fenomena ini, terutama terkait maraknya penggunaan media sosial sebagai sarana untuk merencanakan aksi kekerasan antar-pelajar. Ia mengingatkan agar para orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat dapat meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak.

“Tawuran bukan bentuk keberanian, melainkan tindakan yang membahayakan keselamatan dan masa depan anak-anak kita. Kami mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap pergaulan serta aktivitas anak di media sosial. Jika mengetahui adanya ajakan tawuran, segera sampaikan kepada pihak sekolah atau kepolisian agar dapat dicegah sebelum menimbulkan korban,” tegas Putu Kholis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Promosi Trading Exness