JAKARTA,Khabarnet.com – Sekitar 1.000 mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026). Massa aksi terpantau mulai memadati lokasi sekitar pukul 15.30 WIB dengan perwakilan tiap fakultas yang menyampaikan orasi secara bergantian.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tiga tuntutan utama yang dinamakan ‘Tritura’. Tuntutan pertama mencakup pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, serta kesehatan nasional.
Adapun tuntutan kedua menekankan pada pemberantasan inkompetensi pejabat negara dan penghapusan praktik rangkap jabatan pejabat publik. Sementara tuntutan ketiga menyuarakan pentingnya penegakan supremasi sipil.
Menjelang malam, sekitar pukul 17.29 WIB, Staf Khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Binbin Firman Tresnadi, hadir menemui massa dari atas mobil komando. Binbin menyampaikan komitmen pihak Istana untuk menyerap aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa.
Salah satu poin yang disinggung adalah penanganan dampak kesehatan masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Binbin mengklaim akan segera berkoordinasi dengan menteri dan jajaran terkait untuk memastikan penanganan bagi warga yang terdampak.
“Memastikan bahwa setiap warga terdampak ISPA mendapatkan pelayanan rumah sakit tanpa dipungut biaya,” ujar Binbin di hadapan massa aksi.
Meski belum merinci tanggal pasti pemberlakuan kebijakan tersebut, pihak Istana mengklaim koordinasi antar-kementerian akan dilakukan secepatnya untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa.












