Internasional

Klaim Kemenangan Pemilu Israel, Netanyahu Tolak Wacana Koalisi dengan Partai Arab

×

Klaim Kemenangan Pemilu Israel, Netanyahu Tolak Wacana Koalisi dengan Partai Arab

Sebarkan artikel ini
Benjamin Netanyahu saat berpidato pascapemungutan suara. Sumber: Amir Levy / Getty Images

JAKARTA,KHABARNET – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa blok politiknya berhasil meraih mayoritas mutlak dalam pemilu legislatif yang digelar pada Selasa (27/10/2026). Atas capaian tersebut, ia menyerukan pembentukan “pemerintahan nasional sayap kanan” yang kuat.

Dalam pidatonya di hadapan para pendukung setelah pemungutan suara, pimpinan Partai Likud ini menegaskan bahwa partainya berhasil keluar sebagai kekuatan politik terbesar di Israel tanpa ada tandingan.

Screenshot-2026-08-29-061310

“Yang kita lihat adalah bahwa Partai Likud merupakan partai terbesar, tidak ada yang bisa menyaingi kita,” ujar Netanyahu seperti dikutip dari AFP dan Al Jazeera.

Meskipun hasil resmi pemilu baru diperkirakan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan, Netanyahu meyakini dua poin utama sudah terlihat jelas: keberhasilan Likud sebagai partai tunggal terbesar dan dominasi blok sayap kanan yang meraih suara mayoritas mutlak di parlemen.

Tolak Koalisi dengan Partai Arab

Dalam kesempatan yang sama, Netanyahu menegaskan pentingnya menyatukan kelompok mayoritas Yahudi dan Zionis untuk mengamankan pemerintahan. Ia secara terbuka menolak kemungkinan membangun pemerintahan yang bergantung pada dukungan partai-partai Arab Israel, yang ia tuduh sebagai pihak yang menentang keberadaan negara tersebut.

Di sisi lain, partai-partai Arab Israel mencatatkan peningkatan perolehan suara yang signifikan dalam pemilu kali ini. Kondisi tersebut membuka peluang bagi kubu oposisi untuk membentuk koalisi. Kendati demikian, pesaing utama Netanyahu, Gadi Eisenkot, sebelumnya juga menyatakan tidak berniat membentuk pemerintahan bersama kelompok minoritas tersebut.

Selain mengklaim keunggulan suara, Netanyahu turut mengritik sejumlah media televisi di Israel. Ia menuding saluran TV lokal berupaya menyurutkan semangat para pendukungnya melalui penayangan hasil hitung cepat (exit poll) yang cenderung menguntungkan pihak oposisi.

BACA JUGA > Pasokan Gas Dipangkas Indonesia, Begini Respons Resmi Singapura

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Whats-App-Image-2026-10-19-at-09-46-19