JAKARTA,KHABARNET – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan apresiasi tinggi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Narkotika Nasional (BNN), beserta instansi terkait lainnya atas keberhasilan mereka menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ketamin dalam jumlah fantastis.
Tidak tanggung-tanggung, pengungkapan jaringan internasional ini berhasil menyita barang bukti narkoba jenis ketamin seberat kurang lebih 1,1 ton yang dikirim dari Malaysia menuju wilayah Indonesia.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri, BNN, dan seluruh aparat gabungan yang bergerak cepat melindungi Tanah Air. Di sisi lain, kita juga harus terus prihatin atas masih maraknya ancaman peredaran narkotika skala besar yang menyasar bangsa kita,” ujar Dasco dalam keterangan tertulisnya.
Berdasarkan laporan dan data yang diterima dari Kapolri, penyelundupan masif ini menggunakan modus operandi kapal bernama MT Global 168. Kapal tersebut diketahui sempat singgah di Port Klang, Malaysia, sebelum melanjutkan pelayaran ke kawasan Laut Andaman guna melakukan transaksi pemindahan muatan di tengah laut (ship-to-ship).
Dalam operasi penindakan tegas yang berpusat di perairan Belawan, Sumatera Utara ini, aparat gabungan turut mengamankan delapan orang awak kapal. Para pelaku yang ditangkap terdiri dari tujuh orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu orang Warga Negara Taiwan.
Lebih lanjut, Dasco menilai langkah preventif dan penindakan tegas yang dilakukan oleh aparat penegak hukum ini tidak hanya sekadar menyita barang bukti ilegal, tetapi juga menyelamatkan masa depan bangsa secara masif. Berdasarkan kalkulasi estimasi dari total barang bukti yang berhasil diamankan, operasi sukses ini diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari ancaman parah penyalahgunaan narkotika.
DPR RI, kata Dasco, akan terus mendukung penuh langkah-langkah strategis dan penguatan pengawasan perbatasan laut guna menutup celah masuk bagi sindikat narkoba internasional yang mencoba merusak generasi muda Indonesia.












