Berita

Karhutla Meluas di Biak Numfor, Sejumlah Wilayah Papua Dilanda Titik Api dan Asap

×

Karhutla Meluas di Biak Numfor, Sejumlah Wilayah Papua Dilanda Titik Api dan Asap

Sebarkan artikel ini
ilustrasi khabarnet

BIAK NUMFOR, PAPUA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami kebakaran dalam beberapa hari terakhir, di tengah kondisi cuaca yang relatif kering dan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.

Kebakaran dilaporkan terjadi di beberapa distrik, termasuk Yendidori, Biak Kota, Samofa, hingga wilayah Biak Utara. Di Yendidori, misalnya, petugas sempat menangani beberapa titik kebakaran lahan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Api kemudian berhasil dipadamkan melalui upaya gabungan aparat kepolisian dan pemadam kebakaran daerah.

Screenshot-2026-08-29-061310

Kondisi serupa juga ditemukan di wilayah Samofa. Pada 24 Agustus, tim gabungan masih melakukan pemadaman di Kampung Maryendi dan Darfuar. Penanganan melibatkan unsur Brimob, Basarnas, serta masyarakat setempat yang membantu petugas di lapangan.

Petugas Dikerahkan ke Sejumlah Lokasi
Besarnya wilayah yang terdampak membuat pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan unsur terkait meningkatkan upaya penanganan. Polres Biak Numfor bahkan mengerahkan sekitar 130 personel untuk membantu operasi penanganan karhutla. Personel tersebut dibagi dalam beberapa kelompok dan salah satunya ditempatkan di wilayah Yendidori bersama kendaraan water cannon.

Tim gabungan juga menggunakan kendaraan pemadam, mobil tangki air, serta water cannon untuk menjangkau lokasi yang sulit dipadamkan. Pemerintah daerah menyebut kebutuhan armada masih menjadi salah satu perhatian dalam menghadapi kebakaran yang tersebar di sejumlah titik.
Selain persoalan api, asap yang muncul akibat kebakaran juga menjadi perhatian. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Warga Diminta Tidak Membakar Lahan
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terlebih ketika kondisi lingkungan sedang kering. Aktivitas membuka lahan dengan cara membakar dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya titik api baru.

Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra juga meminta masyarakat menghentikan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengendalikan titik api.

Penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah lokasi Pada 24 Agustus, tim gabungan kembali melakukan pemadaman di kawasan BTN Ridge Biak. Medan yang terjal dan vegetasi yang cukup rapat menjadi tantangan bagi petugas untuk menjangkau serta mengendalikan api.
Situasi tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan bersama. Pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan terus bekerja sama mencegah munculnya kebakaran baru agar dampaknya tidak semakin meluas dan kualitas udara di wilayah Biak Numfor dapat segera membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *