KHABARNET – Kabar mengenai pengembangan game terbaru buatan Rockstar Games, Grand Theft Auto VI (GTA 6), kembali menjadi sorotan hangat di industri hiburan digital. Beredar laporan dan rumor yang menyebutkan bahwa biaya produksi game open-world tersebut membengkak hingga mencapai estimasi USD 1,5 miliar atau setara dengan Rp 26 hingga Rp 27 triliun.
Jika angka tersebut benar, GTA 6 tidak hanya menjadi proyek termahal dalam sejarah industri video game, tetapi juga melampaui biaya produksi deretan film blockbuster terbesar Hollywood.
Menanggapi berbagai spekulasi mengenai besarnya dana yang dikucurkan, pimpinan Take-Two Interactive (induk perusahaan Rockstar Games) mengungkapkan filosofi di balik pengembangan proyek ambisius tersebut. CEO Take-Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa pihak perusahaan memang memberikan kebebasan kreatif dan dukungan sumber daya finansial secara maksimal kepada tim pengembang.
“Kami mencoba memberi mereka sumber daya manusia, ruang kreatif, dan finansial tak terbatas untuk membuat GTA 6, dengan harapan menghasilkan game yang sempurna,” ungkap Zelnick.
Meski pihak perusahaan belum merilis perincian angka resmi terkait total anggaran yang dikeluarkan, Zelnick tidak memungkiri bahwa biaya produksi di industri game skala besar saat ini terus mengalami peningkatan. Menurutnya, pengambilan risiko finansial yang tinggi merupakan hal wajar demi menghadirkan standar kualitas visual, detail, dan imersi terbaik bagi para pemain.
GTA 6 sendiri dijadwalkan untuk meluncur terlebih dahulu di platform konsol PlayStation 5 serta Xbox Series X|S. Peluncuran bertahap ini dilakukan untuk memastikan kepuasan basis pengguna inti sebelum nantinya diboyong ke platform pendukung lainnya. Pihak manajemen meyakini bahwa nilai hiburan yang dihadirkan dalam game ini nantinya akan sepadan dengan ekspektasi tinggi masyarakat dan investasi besar yang telah dikeluarkan.












