YOGYAKARTA,KHABARNET.COM – Kasus pungutan liar (pungli), terutama yang dilakukan oleh juru parkir (jukir) nakal dan arogan, kembali menjadi sorotan tajam di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kasus terbaru yang mencuat melibatkan pelaku usaha truk kuliner Bolosego yang kembali membuka perbincangan publik mengenai maraknya praktik pungli di kota wisata dan budaya ini.
Pihak Keraton Yogyakarta secara tegas meminta agar segala bentuk tindakan pungli di seluruh wilayah DIY dapat diberantas dan ditindak secara tegas. Keraton menilai praktik semacam ini sangat mengganggu ketenteraman warga serta mencemari citra baik Yogyakarta sebagai kota pariwisata.
Pihak Keraton juga mengaku telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota, Polres, hingga Polda, untuk meminta penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku. Namun, ditekankan pula bahwa secara kewenangan hukum dan penertiban, tindakan tersebut berada di ranah pemerintah kabupaten/kota serta Satpol PP yang harus bergerak aktif dan berani mengambil tindakan.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X turut memberikan sorotan keras terhadap maraknya sikap juru parkir yang dinilai arogan di wilayah DIY, serta meminta agar para juru parkir nakal ini segera ditindak tegas.












