Berita

Gempa M5,3 Guncang Manggarai, Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah NTT

×

Gempa M5,3 Guncang Manggarai, Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah NTT

Sebarkan artikel ini
Gempa M5,3 Guncang Manggarai, Getaran Terasa di Sejumlah Wilayah NTT, khabarnet.com

MANGGARAI, NTT, KHABARNET – Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 21 September 2026 pagi. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 09.41 WITA dengan kekuatan magnitudo 5,3.
Pusat gempa berada di darat, sekitar 34 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG mencatat koordinat episenter berada di sekitar 8,33 Lintang Selatan dan 120,59 Bujur Timur.
Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah. BMKG mencatat getaran mencapai III-IV MMI di Manggarai, Bajawa, dan Labuan Bajo, sementara wilayah Nagekeo merasakan guncangan pada kisaran II-III MMI. Getaran juga tercatat terasa hingga Waingapu dan Maumere dengan intensitas lebih rendah.

Tidak Berpotensi Tsunami

Screenshot-2026-08-29-061310

Di tengah kepanikan yang mungkin muncul setelah gempa, BMKG memastikan gempa berkekuatan M5,3 tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Informasi ini menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat di sekitar wilayah terdampak agar tidak mudah terpancing oleh kabar yang belum terverifikasi.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta berhati-hati. BMKG mengingatkan adanya kemungkinan gempa susulan setelah kejadian utama. Warga disarankan tetap tenang dan memperhatikan kondisi bangunan di sekitar tempat tinggal maupun fasilitas umum.

Aktivitas Seismik Masih Tercatat

Data BMKG pada hari yang sama juga menunjukkan adanya sejumlah aktivitas gempa dengan magnitudo lebih kecil di kawasan Flores setelah gempa utama. Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas seismik di kawasan tersebut masih berlangsung dan perlu terus dipantau melalui informasi resmi BMKG.
Masyarakat di Manggarai dan daerah sekitarnya diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Jika terjadi guncangan kembali, warga dapat berlindung di tempat yang aman, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Hingga informasi BMKG yang tersedia, belum ada keterangan dalam sumber tersebut mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa. Kondisi di lapangan tetap perlu dipantau karena laporan dampak bencana dapat berkembang setelah proses pemeriksaan dilakukan.
Doa dan dukungan pun terus diharapkan bagi masyarakat Manggarai dan wilayah NTT yang merasakan guncangan. Kewaspadaan menjadi langkah penting sembari menunggu informasi terbaru dari pihak berwenan.

BACA JUGA: Darurat Krisis Ekologis 2026: Indonesia Hadapi Beban 143 Ribu Ton Sampah per Hari dan Tingginya Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Promosi Trading Exness