KHABARNET – Empat bulan sudah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla membara di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Sumatera dan Kalimantan. Karhutla mulai meningkat pada Juli 2026 seiring dengan kondisi kemarau yang kering dan fenomena El Nino kuat.
Data resmi Kementerian Kehutanan melalui sistem SiPongi mencatat, luas karhutla di Indonesia selama Januari–Juli 2026 mencapai 202.004,30 hektar. Luasan itu meningkat 69 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, atau bertambah sekitar 82.791 hektar.
Memasuki Agustus dan September 2026, karhutla masih menjadi ancaman serius. Data dashboard Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, indikasi luas lahan terbakar di enam provinsi prioritas mencapai 48.889,69 hektar hingga 9 Agustus, kemudian meningkat menjadi 89.534,30 hektar pada 26 September.
Sementara penanganan karhutla masih berlangsung hingga Oktober. Dalam laporan kepada Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas pada Senin (12/10/2026), Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa luas lahan yang masih dalam proses pemadaman di enam provinsi prioritas mencapai 639,23 hektar.
Meski upaya pemadaman dan pengendalian telah dilakukan, sampai kini karhutla masih terus terjadi. Terbaru, sebuah foto dan video yang beredar memperlihatkan api masih membakar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Kondisi ini memprihatinkan mengingat kawasan itu merupakan pusat konservasi orangutan.
Perkembangan dalam upaya pemadaman api karhutla juga disampaikan para relawan. Dalam video yang diunggah akun Instagram @moncos_thepuntai_puntai, para relawan menyatakan berhari-hari melawan kobaran api di Taman Nasional Tanjung Puting dan segala kemampuan dikerahkan untuk mengendalikan karhutla.
Para relawan mengaku bantuan telah disampaikan. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Bantuan dan penanganan yang ada belum efektif untuk mengatasi besarnya kebakaran. Bahkan, sampai kini mereka masih menunggu realisasi janji dari pemerintah untuk menangani karhutla dengan lebih serius.
“Kami selaku relawan dari pelaku wisata di Taman Nasional Tanjung Puting sudah berusaha berhari-hari untuk membantu memadamkan api di dalam…” ungkap para relawan dalam seruan mereka, menggambarkan betapa beratnya tantangan yang mereka hadapi di lapangan demi menyelamatkan kawasan konservasi tersebut dari ancaman kerusakan total.











