MAKASSAR — Kondisi sejumlah kebutuhan dasar masyarakat di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan setelah keluhan warga ramai dibagikan melalui media sosial Threads. Dalam unggahan yang beredar, warga menggambarkan situasi yang disebut cukup sulit, mulai dari panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM), pemadaman listrik, hingga sulitnya mendapatkan air bersih dan LPG.
Unggahan tersebut mengajak pengguna media sosial untuk ikut menyebarkan informasi mengenai kondisi yang disebut sedang dialami masyarakat di Makassar.
“Di Makassar lagi chaos parah,” demikian isi keluhan yang beredar di Threads.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa antrean BBM mencapai lebih dari satu kilometer. Panjangnya antrean tersebut disebut membuat masyarakat harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar kendaraan.
Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja, berdagang, mengantar anak sekolah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari, ketersediaan BBM menjadi salah satu kebutuhan penting. Karena itu, persoalan antrean panjang dapat menimbulkan dampak lanjutan terhadap mobilitas warga.
Keluhan Tidak Hanya Soal BBM
Persoalan yang disampaikan warga bukan hanya mengenai BBM. Dalam unggahan yang sama, masyarakat juga mengeluhkan kondisi fasilitas umum dan transportasi umum yang dinilai belum memadai.
Keterbatasan fasilitas transportasi dapat menjadi persoalan tersendiri ketika masyarakat pada saat bersamaan harus menghadapi kendala mendapatkan BBM. Warga yang bergantung pada kendaraan pribadi maupun angkutan umum dapat sama-sama terdampak apabila akses mobilitas terganggu.
Keluhan tersebut kemudian semakin ramai karena dikaitkan dengan persoalan kebutuhan dasar lainnya.
Listrik Disebut Padam 6 hingga 8 Jam Setiap Hari
Salah satu hal yang paling banyak disoroti dalam unggahan tersebut adalah kondisi kelistrikan. Warga menyebut pemadaman listrik terjadi setiap hari dengan durasi sekitar enam hingga delapan jam.
Pemadaman dalam durasi panjang tentu berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Tidak hanya rumah tangga, pelaku usaha kecil, pekerja yang mengandalkan perangkat elektronik, hingga kegiatan belajar juga dapat ikut terdampak apabila pasokan listrik tidak stabil.
Kondisi tersebut juga dapat menimbulkan persoalan lain ketika masyarakat membutuhkan listrik untuk mendukung akses terhadap kebutuhan dasar seperti air.
Meski demikian, informasi mengenai durasi dan cakupan pemadaman tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak penyedia listrik dan instansi terkait untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Air Bersih dan LPG Disebut Sulit Didapat
Selain BBM dan listrik, warga dalam unggahan tersebut juga menyebut adanya kesulitan mendapatkan air bersih dan LPG.
Air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan terhadap ketersediaannya dapat berdampak langsung terhadap kebutuhan rumah tangga, mulai dari minum, memasak, hingga menjaga kebersihan.
Sementara itu, LPG menjadi salah satu sumber energi yang banyak digunakan masyarakat untuk memasak. Apabila pasokan LPG terganggu atau sulit ditemukan, masyarakat dapat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Persoalan tersebut membuat keluhan warga menjadi perhatian karena menyangkut beberapa kebutuhan dasar sekaligus.
Warga Pertanyakan Pemerataan Perhatian
Hal yang paling menarik perhatian dalam unggahan tersebut adalah seruan warga agar kondisi di Makassar juga mendapat perhatian. Antrean BBM Tembus 1 Km, Listrik Padam hingga Air Bersih dan LPG Langka, warga bahkan membandingkan kondisi Makassar dengan Pulau Jawa. Ia menyampaikan anggapan bahwa jika kondisi serupa terjadi di Jawa, persoalan tersebut akan lebih cepat mendapatkan perhatian dan solusi.
Pernyataan itu tentu merupakan pandangan dari warga yang membuat unggahan. Namun, pesan tersebut menunjukkan adanya harapan agar pemerintah memberikan perhatian yang merata terhadap berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah Diharapkan Segera Berikan Penjelasan
Ramainya keluhan di media sosial juga membuat informasi yang beredar perlu mendapatkan klarifikasi dari pihak berwenang.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi pasokan BBM, listrik, air bersih, LPG, serta ketersediaan transportasi umum di Makassar.
Kepastian informasi menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi dari media sosial. Data resmi diperlukan untuk mengetahui apakah persoalan tersebut terjadi secara luas, wilayah mana saja yang terdampak, serta apa penyebab dan langkah penanganannya.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu berhati-hati dalam menyebarkan informasi agar tidak memperbesar kepanikan. Informasi mengenai kelangkaan barang kebutuhan dasar, khususnya BBM dan LPG, dapat memicu pembelian berlebihan apabila tidak disertai informasi yang akurat.
Makassar Juga Bagian dari Indonesia
Terlepas dari kebenaran setiap detail yang masih perlu dikonfirmasi, keluhan warga Makassar tersebut memperlihatkan satu persoalan penting: kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian di seluruh wilayah Indonesia.
Masyarakat di kota besar maupun daerah lainnya sama-sama membutuhkan akses terhadap energi, air bersih, listrik, transportasi, dan kebutuhan pokok yang aman serta terjangkau.
Karena itu, apabila memang terjadi gangguan pasokan atau layanan publik di Makassar, masyarakat tentu membutuhkan respons yang cepat, transparan, dan terukur dari pemerintah serta instansi terkait.
Keluhan yang berawal dari media sosial tersebut kini menjadi pengingat bahwa persoalan di daerah tidak boleh luput dari perhatian.
Makassar adalah bagian dari Indonesia. Ketika masyarakat menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar, mereka berhak mendapatkan informasi yang jelas dan penanganan sesuai tingkat persoalan yang terjadi.
BACA JUGA:Prabowo Ganti Menkeu H-1 Pengelolaan Whoosh Masuk Kemenkeu, Timing Pergantian Purbaya Jadi Sorotan











