Nasional

Banjir Lahar Semeru Terjang Lumajang: 2 Meninggal Dunia, Akses Malang-Lumajang Terputus

×

Banjir Lahar Semeru Terjang Lumajang: 2 Meninggal Dunia, Akses Malang-Lumajang Terputus

Sebarkan artikel ini

LUMAJANG,Khabarnet.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memicu banjir lahar dingin Gunung Semeru serta bencana tanah longsor pada Senin (2/11/2026). Peristiwa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia, memutus akses transportasi antarwilayah, dan berdampak pada ribuan warga di beberapa kecamatan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, wilayah yang terdampak parah meliputi Kecamatan Tempursari, Jatiroto, dan Pasirian. Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Minggu (1/11/2026) malam pukul 22.00 WIB hingga Senin pagi. Kondisi ini menyebabkan debit air Sungai Glidik sungai yang berhulu di kawasan Gunung Semeru meluap drastis sambil membawa material lahar dingin.

Screenshot-2026-08-29-061310

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan bahwa luapan Sungai Glidik merusak infrastruktur penting. Jembatan penghubung utama antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang melumpuhkan total akses kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Peningkatan debit Sungai Glidik menyebabkan jembatan penghubung Malang dan Lumajang tidak dapat dilalui,” ujar Satriyo.

Dampak longsor dan terjangan banjir juga memutus akses jalan tembus Tamansari-Iburaja serta melumpuhkan jalur Purorejo dan Tamansari Bawah sepanjang kurang lebih 100 meter. Akibat terputusnya jalur transportasi ini, sebanyak 117 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tamansari dilaporkan terisolasi.

Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada lebih dari 1.100 jiwa. Di Kecamatan Tempursari, sekitar 600 warga terdampak genangan air dan tanggul jebol di Dusun Pasirejo. Sementara di Dusun Persil, Desa Rojopolo, genangan air setinggi 20 hingga 60 sentimeter merendam permukiman dan berdampak pada sekitar 500 warga.

Bencana ini juga menelan dua korban jiwa di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo. Korban teridentifikasi sebagai Imron (40) dan putrinya, Hilya (9), yang tertimbun material tanah longsor saat berada di dalam rumah pada Sabtu (31/10/2026) dini hari. Jenazah kedua korban telah dievakuasi warga setempat dan dimakamkan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD saat ini masih menerjunkan tim untuk pendataan di lapangan dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pemprov Jatim berkomitmen memberikan bantuan bahan bangunan untuk perbaikan rumah terdampak, menyalurkan bantuan sembako, serta memberikan santunan duka cita sebesar Rp20 juta bagi keluarga korban meninggal dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Whats-App-Image-2026-10-19-at-09-46-19