SURABAYA,Khabarnet.com – Kiprah membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Universitas Airlangga (UNAIR). dr. Bangun Cahyo Utomo, M.Epid., seorang lulusan Magister Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR tahun 2018, resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian Rumah Sakit Umum Pusat Ibu Kota Nusantara (RSUP IKN) sejak Juli lalu.

Penunjukan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur organisasi dan menyiapkan sistem layanan kesehatan berkualitas tinggi di kawasan IKN. Di samping tugas barunya ini, dr. Bangun saat ini juga masih aktif memimpin Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Balikpapan.
Rekam Jejak dan Pengabdian Nyata
Sebelum dipercaya di RSUP IKN, dr. Bangun telah memiliki rekam jejak panjang dalam menangani berbagai tantangan kesehatan nasional. Namanya kian dikenal publik saat pandemi COVID-19 melanda. Saat itu, ia berperan krusial sebagai Juru Bicara Satgas COVID-19 sekaligus Ketua Tim Satgas Oksigen di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebuah dedikasi yang diganjar penghargaan dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).
Tak hanya itu, kepemimpinannya di BKK Balikpapan juga membuahkan prestasi gemilang. Berkat berbagai inovasi digitalisasi layanan—seperti sistem Register Online, Pentas Magis, hingga pemantauan kapal cepat SiPeKa—institusi tersebut berhasil menyabet penghargaan sebagai Layanan Kekarantinaan Terbaik II di Indonesia dari Kementerian Kesehatan RI.
Siapkan Pusat Pembelajaran (Learning Center) di IKN
Kini, berbekal keilmuan epidemiologi serta pengalaman manajerial yang matang, dr. Bangun langsung bergerak cepat di RSUP IKN. Ia berfokus membangun Learning Center guna memfasilitasi peningkatan kapasitas tenaga medis maupun nonmedis. Melalui sistem ini, setiap staf yang usai mengikuti pelatihan di luar rumah sakit didorong untuk menularkan ilmunya kembali kepada rekan sejawat (transfer of knowledge), guna menciptakan ekosistem kerja yang progresif di IKN.
Kombinasi latar belakang epidemiologi, pengalaman penanganan darurat kesehatan, serta inovasi digital yang mumpuni diharapkan mampu membawa RSUP IKN menjadi pusat rujukan sekaligus pusat pendidikan kesehatan berstandar tinggi di ibu kota baru.
BACA JUGA > Resmi Disahkan! Anggaran Rp4.106 Triliun Siap Eksekusi Program Prioritas Nasional












