KHABARNET.COM – Respons yang diberikan oleh tokoh politik sekaligus Gubernur Jawa Barat, KDM, terkait rumor duet dirinya dengan Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi Pilpres 2029 menarik perhatian para pengamat. Alih-alih memberikan penolakan secara tegas, KDM dinilai mengambil sikap yang cenderung mengambang atau tidak lugas.
Pakar komunikasi politik melihat sikap tersebut sebagai sebuah langkah strategis dalam dunia komunikasi digital, yaitu penerapan pola co-branding politik. Melalui pendekatan ini, komunikasi yang disampaikan cenderung bersifat ambigu dan cair, namun efektif untuk menjaga atensi publik tetap tertuju kepada kedua figur yang bersangkutan.
Meski isu pencalonan ini masih tergolong dini, rumor mengenai potensi pasangan KDM-Gibran di masa mendatang terus bergulir di tengah dinamika politik nasional. Para pengamat menilai bahwa cara-cara komunikasi politik non-linier seperti ini sengaja dimanfaatkan untuk menguji ombak (testing the waters) sekaligus mengukur respons pemilih di ranah digital tanpa harus menutup atau membuka peluang secara mutlak sejak awal.












