Pemeriksaan Intensif dan Pemanggilan Saksi Secara Maraton
Dalam rangkaian penyidikan terbaru, penyidik KPK sebelumnya telah memeriksa sebanyak 26 orang saksi dalam kurun waktu dua hari untuk mengurai benang merah kasus ini. Pemeriksaan yang melibatkan unsur pejabat pembuat komitmen (PPK), pihak swasta, hingga unsur legislatif ini dilakukan untuk mendalami dugaan pengaturan pemenang tender proyek.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa penyidik saat ini fokus menelusuri bagaimana proses dan mekanisme pengadaan di Pemkab Bekasi dijalankan.
“Bagaimana proses dan mekanismenya, apakah ada pengondisian untuk memenangkan swasta tertentu. Demikian juga apakah ada fee yang kemudian diberikan untuk pihak-pihak tertentu,” ujar Budi Prasetyo.
Menelusuri Aliran Dana dan Peran Pihak Terkait
Penyidikan kasus korupsi proyek di Bekasi ini juga mencakup penelusuran aliran dana lintas instansi serta dugaan penerimaan oleh sejumlah pejabat. Berdasarkan fakta-fakta persidangan dan pengembangan penyidikan sebelumnya, KPK turut mendalami aliran uang yang mengalir ke sejumlah pejabat daerah, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum yang bertindak sebagai perantara dalam pengaturan proyek-proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Bekasi.
Selain mendalami dugaan pembagian
fee proyek dan aliran dana miliaran rupiah, penyidik juga gencar melacak kepemilikan aset-aset mewah dari pihak-pihak yang diduga menikmati hasil korupsi tersebut. KPK menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara ini secara objektif dan transparan tanpa pandang bulu guna membersihkan praktik lancung pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan daerah.
BACA JUGA > PT WAM Multi Teknik Buka Suara: Gugatan PT Lautan Jaya Kumala Dinilai Prematur